MAKALAH Pelapisan Sosial, Keragaman ,dan Kesetaraan deraja
MAKALAH
Pelapisan Sosial, Keragaman ,dan Kesetaraan deraja
Makalah ini disusun utuk memenuhi tugas mata kuliah
Ilmu Sosial Dasar
Dosen Pengampu :M.Dalhar,S.S.,M.hum.
Oleh kelompok 4
No. Nama NIM
1. Fitri Sorelah Affni (201310004429)
2. Chuldat Afroh (201310004399)
3. Silfiani Diah Saputri (201310004404)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA
2020
PRAKATA
Puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT.Sholawat dan salam senantiasa dihaturkan ke pangkuan Nabi Muhammad SAW, keluarga , para sahabat dan umatnya .Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat , hidayah , dan inayah-nya kepada kita semua,aminn.Syukur alhamdulillah ,makalah “ Pelapisan Sosial, Keragaman , dan Kesetaraaan derajat” telah selesai. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya,amin.Apabila dalam pembuatan makalah ini terdapat banyak kesalahan kami atas nama penulis minta maaf yang sebesar-besarnya,dan kami sangat mengharapkan saran dan kritik dari pembaca .
Jepara, November 2020
Pemakalah
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang Masalah 1
1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Tujuan Masalah 1
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pelapiasan Sosial 2
B. Makna Keragaman Manusia 2
C. Makna kesetaran 3
D. Kemajemukan Dalam Dinamika Sosial Budaya 3
E. Kemajemukan dan Kesetaraan sebagai kekayaan sosial budaya bangsa 4
F. Problematika Keragaman Dan Kesetaraan Serta Solusinya Dalam kehidupan 5
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Setiap masyarakat senantiasa mempunyai penghargaan tertentu terhadap hal-hal dalam masyarakat yang bersangkutan. Penghargaan terhadap hal-hal tertentu,akan menempatkan hal tersebut pada kedudukan yang lebih tinggi dari hal-hal lainnya. Kalau suatu masyarakat lebih menghargai kekayaan material dari pada kehormatan, maka mereka yang lebih banyak mempunyai kekayaan material akan menempati kedudukan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan fihak-fihak lain. Gejala tersebut menimbulkan lapisan masyarakat (stratifikasi sosial), yang merupakan pembedaan posisi seseorang atau suatu kelompok dalam berbeda-beda secara vertikal.
Bentuk-bentuk Stratifikasi Sosial berbeda-beda dan banyak sekali. Stratifikasi tersebut tetap ada,sekalipun dalam masyarakat kapitalistis, demokratis, komunistis dan lain sebagainya. Stratifikasi Sosial mulai ada ada sejak manusia mengenal adanya kehidupan bersama di dalam suatu organisasi sosial, misalnya pada masyarakat-masyarakat yang bertaraf kebudayaan masih bersahaja. Untuk lebih jelasnya, pembahasan tentang Stratifikasi Sosial akan dijelaskan secara terperinci pada bagian selanjutnya.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa itu Pelapisan Sosial?
b. Apa itu makna keragaman dan kesetaraan manusia?
c. apakah yang dimaksud dengan kemajemukan dinamika dalam sosial budaya?
d. apakah yang dimaksud dengan kemajemukan dan kesetaraan sebagai kekayaan sosial budaya bangsa ?
e. apa yang dimaksud dengan problematika keragaman dan kesetaraan serta solusinya dalam kehidupan?
1.3 Tujuan Masalah
a.Mengetahui pengertian Pelapisan Sosial
b. mengetahui makna keragaman dan kesetaraan manusia
c. memahami kemajemukan dinamika dalam sosial budaya
d. memahami kemajemukan dan kesetaraan sebagai kekayaan sosial budaya bangsa
e. memahami problematika keragaman dan kesetaraan serta solusinya dalam kehidupan
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pelapiasan Sosial
Pelapisan Sosial atau stratifikasi sosial adalah pembedaan atau pengelompokan anggota masyarakat secara vertikal ( bertingkat ). Sebab asasi mengapa ada pelaisan sosial dalam masyarakat bukan saja karena ada perbedaan , tetapi karena kemampuan manusia menilai perbedaan itu dengan menerapkan berbagai kriteria.
Proses terjadinya sistem lapisan – lapisan dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya, atau sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama . Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas- kelas secara bertingkat ( hierarki).Perwujudannya adalah adanya lapisan – lapisan di dalam masyarakat , ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan – lapisan di bawahnya . Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial . P.J .Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand , yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi masyarakat .
B. Makna Keragaman Manusia
Keberagaman berasal dari kata ragam . Keragaman menunjukkan adanya banyak macam atau jenis . Keragaman manusia dimaksudkan bahwa setiap manusia memiliki perbedaan. Perbedaan itu ada karena manusia adalah makhluk individu yang memiliki ciri khas tersendiri. Perbedaan itu terutama ditinjau dari sifat-sifat pribadi misalnya sikap , watak , kelakuan , dan hasrat.
Manusia selain berperan sebagai makhluk individu, namun juga berperan sebgaai makhluk sosial yang membentuk persekutuan hidup. Masyarakat sebagai persekutuan hidup itu juga berbeda satu dengan yang lainnya atau bergam karena terdapat perbedaan dalam hal ras, suku, agama, budaya, ekonomi, status sosial , jenis kelamin , daerah tempat tinggal, dan lain-lain.
Menurut Budi Juliardi ( 2014), pada prinsipnya terdapat tiga macam istilah yang digunakan untuk menggambarkan masyrakat yang beragam, diantaranya ras, agama , bahasa, dan budaya yang berbeda.
a. Masyarakat prural
Masyarakat prural adalah masyarakat yang terdiri lebih dari satu golongan / kelompok.
b. Mayarakat majemuk
Masyarakat majemuk menunjukkan bahwa keberagaman yang lebih dari satu tersebut memang berbeda- beda, bermacam-macam, dan bahkan tidak dapat disamakan .
c. Masyarakat multikultural
Masyarakat multikultural bermakna adanya keragaman dan kesediaan anggota masyarakat untuk menerima keragaman ( kelompok lain dianggap sama) sebagai kesatuan tanpa memedulikan perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa maupun agama .multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama diruang publik, serta menekankan pengakuan dan penghargaan pada berbedaan . konsep inilah yang cocok diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di indonesia .
C. Makna kesetaran
Kesetaraan berasal dari kata stra atau sederajat yang berarti sama tingkatannya. Pemahaman tersebut jika dikaitkan dengan keragaman maka kesetaraan memiliki makna sebagai suatu kondisi meski dalam perbedaan dan keragaman yang ada, manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa keragaman yang ada tidak membuat manusia menjadi tidak sederajat atau tidak setara. Sehingga kesetaraan adalah komitmen bersama yang perlu untuk terus dipupuk dan dikembangkan dalam proses berbangsa dan bernegara . dengan prinsip kesetaraan tersebut diharapkan kita kembali memperlihatkan jati diri dan harga diri sebagai bangsa, dalam menghadapi berbagai persoalan kebangsaan yang terus menerus datang di setiap zaman. Dengan prinsip ini pula kita dapat membangun kemitraan yang kukuh untuk kemudian saling berinteraksi , bersosialisasi , dan berekspresi satu dengan yang lainnya.
D. Kemajemukan Dalam Dinamika Sosial Budaya
Keragaman dalam kehidupan sosial manusia melahirkan masyarakat majemuk . majemuk berarti banyak ragam, beraneka, berjenis-jenis. Konsep masyrakat majemuk ( plural societi) pertama kali diperkenalkan oleh Furnivall tahun 1948, mengatakan bahwa ciri utama masyrakat adalah berkehidupan secara berkelompok yang berdampingan secara fisik , akan tetapi berpisah oleh kehidupan sosial dan tergabung dalam satuan politik. Konsep ini merujuk pada masyarakat indonesia masa kolonial .
Konsep masyarakat majemuk Furnivall dipertanyakan validitasnya skarang . sebab terjadi perubahan fundamental akibat pembangunan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi .Usman Pelly (1989) mengategorikan masyarakat majemuk disuatu kota berdasarkan dua hal , yaitu pembelahan horizontal dan pembelahan vertikal .
Secara Horizontal, masyarakat majemuk , dikelompokkan berdasarkan :
1. Etnik dan ras atau asal usul keturunan .
2. Bahasa daerah
3. Adat istiadat / perilaku
4. Agama
5. Pakaian , makanan , dan budaya material lainnya .
Secara vertikal, masyarakat majemuk dikelompokkan berdasarkan :
1. Penghasilan atau ekonomi
2. Pendidikan
3. Pemukiman
4. Pekerjaan
5. Kedudukan sosial politik
Demikian dapat dikatakan sebagai unsur yang memengaruhi keragaman masyarakat atau kemajemukam masyarakat terjadi karena unsur –unsur, seperti ras, etnik, agama , pekerjaan( profesi), pengahsilan, pendidikan , dan sebagainya .kemajemukan masyarakat indonesia karena unsur- unsur ras dan etnik .
E. Kemajemukan dan Kesetaraan sebagai kekayaan sosial budaya bangsa
1. Kemajemukan sebagai kekayaan bagsa indonesia
Beragamnya etnik di indonesia menyebabkan banyak ragam budaya , tradisi, keprcayaan, dan pranata kebudayaan lainnya karena setiap etnis pada dasarnya menghasilkan kebudayaan. Masyarakat indonesia adalah masyarakat yang multikultur artinya memiliki banyak budaya.Jumlah etnik atau sukubangsa di indonesia menyebar dibanyak wilayah dengan memiliki ciri dan karakter tersendiri. Menurut para ahli , jumlah etnik atau suku bangsa di indonesia mencapai sekitar 400 suku. Hampir Setiap pulau – pulau besar di inodnesia memiliki etnik yang lebih dari satu . bahkan , di Papua ditemukan kurang kebih 30 suku ( Sugeng, H.R, 2006).
Kesadaran akan kemajemukan bangsa tersebut sesungguhnyasudah tercermin dengan baik melalui sembiyan bangsa kita yaitu Bhineka Tunggal Ika. Bhineka artinya aneka, berbeda-beda, banyak ragam, atau beragam . bhineka menujukkan bahwa bangsa indonesia adalah bangsa yang majemuk , heterogen, baik dari sisi suku , ras, agama, dan budayanya, sedangkan tunggal ika menunjukkan semangat / cita-cita akan perlunya persatuan dari keanekaragamn tersebut. Jadi meskipun berbeda-beda, tetapi kita sebagai bangsa indonesia tetap bersatu atau mementingkan persatuan.
Kemajemukan adalah karakteristik ssial budaya indonesia. Selain kemajemukan karakteristik indonesia yang lain adalah sebagai berikut : 1.jumlah penduduk yang besar, wilayah yang luas , posisi silang , kekayaan alam dan daerah tropis, jumlah pulauyang banyak , dan persebaran pulau.
2. Kesetaraan sebagai warga bangsa indonesia
Pengakuan akan prinsip kesetaraan dan kesederajatan itu secara yuridis diakui dan dijamin oleh negara melalui UUD 1945.warga negara tanpa dilihat perbedaan ras , suku, agama, dan budayanya diperlakukan sama dan memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan negara indonesia mengakui adanya prinsip persamaan kedudukan warga negara . hal ini dinyatakan secarategas dalam pasal 27 ayat 1 UUD 1945 bahwa” segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam huku dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”.
Dinegara demokrasi , kedudukan dan perlakuan yang sama dari warga negara merupakan ciri utama sebab demokrasi menganut prinsip persamaan dan kebebasan .persamaa kedudukan diantara warga negara, misalnya dalam bidang kehidupan seperti persamaan dalam bidang politik, hukum , kesempatan, ekonomi , dan sosial.
F. Problematika Keragaman Dan Kesetaraan Serta Solusinya Dalam kehidupan
Keragaman masyarakat adalah suatu kenyataan sekaligus kekayaan dari bangsa .keragaman masyarakat memiliki ciri khas yang suatu saat berpotensi bagi kehidupan bangsa.
Van De Berghe sebagaimana dikutip oleh Elly M . Setiadi (2006) menjelaskan masyarakat majemuk atau masyarakat beragam memiliki sifat-sifat dasar sebagai berikut. Terjadinya segmentasi kelompok-kelompok yang sering memiliki kebudayaan yang berbeda
a. Memiliki struktur sosial terbagi-bagi kedalam lembaga- lembaga yang bersifat non komplementer
b. Kurang mengembangkan konsensus tentang nilai – nilai sosial yang bersifat dasar
c. Secara relatif, terjadinya konflik antar kelompok
d. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan ketergantugan dibidang ekonomi
e. Adanya dominasi politik kelompok terhadap kelompok lain
Keragaman adalah modal , sekaligus potensi konflik namun kondisi budaya sangat berpotensi memecah belah dan menjadi lahan subur bagi konflik dan kecemburuan sosial .
Konflik bisa terjadi antar kelompok agama , suku, daerah, bahkan antar golongan politik .konflik atau pertentangan sebenarnya terdiri atas dua fase , fase disharmoni dan fase disintegrasi .disharmoni menunjuk adanya perbedaan pandangan tentang tujuan , nilai, norma, dan tindakan antar kelompok. Disintegrasi merupakan fase sudah tidak dapat disatukannya pandangan, nilai, norma, dan tindakan kelompok penyebab pertentangan antar kelompok .
Etnosentrisme diartikan sebagai suatu kecenderungan yang melihat nilai atau norma kebudayaannya sendiri yang mutlak erta menggunakannya sebgaai tolak ukur kebudayaan lain .Stereotip adalah pemberian sifat sesorang berdasarkan kategori sifat subjektif hanya karena berasal dari kelompok lain .pemberian sifat tersebut bersifat positif maupun negatif .konsep stereotip bentuk lain disebut stigma atau cacat .
Raisisme bermakna anti terhadap ras lain atau ras diluar ras sendiri rasisme merupakan bentuk pencemooh perilaku orang karena orang itu berbeda ras. Raisisme sesunguhnya merupakan bentuk diskriminasi yang didasarkan atas perbedaan ras .
Diskriminasi merupakan tindakan yang berbeda-beda dan kurang bersahabat darikelompok dominan terhadap kelompok sub ordinasinya.jika prasangka mencakup sikap dan keyakinan , maka diskriminasi mengarah pada tindakan . tindakan diskriminasi dilakukan oleh orang yang memiliki prasangka kuat akibat tekanan tertentu, tekanan budaya , adat istiadat, kebiasaan , atau hukum .
Scape Goating artinya pengkambinghitaman . teori kambing hitam mengemukakan individu tidak bisa menerima perlakuan tertentu yang tidak adil, maka perlakuan itu ditanggungkan kepada orang lain .Menurut Elly M.Setiadi dkk (2006) mengemukakan ada hal- hal yang dapat dilakukan untuk memperkecil masalah yang diakibatkan oleh pengaruh negatif dari keragaman, yaitu :
1. Semngat religius
2. Semangat nasionalisme
3. Semangat pluralisme
4. Semnagat Humanisme
5. Dialog antar umat beragama
6. Menabangun suatu pola komunikasi untuk interaksi konfigurasi hubungan antar agama , media massa, dan harmonisasi dunia .
2. problem kesetaraan serta solusinya dalam kehidupan
Kesejahteraan adalah suatu sikap mengakui persamaan derajat,hak,dan kewajiban sebagai sesama manusia. Indikator kesederajatan adalah sebagai berikut:
a. Adanya persamaan derajat dari agama,suku bangsa,ras,gender,dan golongan.
b. Adanya persamaan hak dari segi pendidikan,pekerjaan,dan kehidupan yang layak
c. Adanya persamaan kewajiban sebagai hamba tuhan,individu,dan anggota masyarakat.
Problema terjadi dalam kehidupan umumnya adalah munculnya sikap dan perilaku untuk tidak mengakui adanya persamaan derajat,hak,dan kewajiban antar manusia atau antar warga. Perilaku yang membeda bedakan orang disebut diskriminasi. Tindakan ini termasuk ke dalam pelanggaran HAM. Oleh karena itu,upaya menekan dan menghapus praktik diskriminasi melalui perlindungan dan penegakan HAM disetiap kehidupa manusia. Bangsa indonesia memiliki komitmen melindungi dan mengakkan hak asasi warga negara melalui Undang Undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM. Hal tersebut membuat pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati,melindungi,menegakkan,dan memajukan hak asasi manusia. Masyarakat juga berhak berpartisipasi dalam perlindungan,penegakan,dan kemajuan hak asasi manusia.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
pelapisan sosial artinya pembedaan atau pengelompokan anggota masyarakat secara vertikal ( bertingkat ).
Keberagaman berasal dari kata ragam . Keragaman menunjukkan adanya banyak macam atau jenis . Keragaman manusia dimaksudkan bahwa setiap manusia memiliki perbedaan. Perbedaan itu ada karena manusia adalah makhluk individu yang memiliki ciri khas tersendiri. Perbedaan itu terutama ditinjau dari sifat-sifat pribadi misalnya sikap , watak , kelakuan , dan hasrat.
Kesetaraan berasal dari kata stra atau sederajat yang berarti sama tingkatannya. Pemahaman tersebut jika dikaitkan dengan keragaman maka kesetaraan memiliki makna sebagai suatu kondisi meski dalam perbedaan dan keragaman yang ada, manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki.
2. Saran
Bangsa indonesia merupakan sebuah bangsa yang heterogen atau beragam sehingga wajar apabila terjadi sedikit gesekan atau permasalahan. Solusi dari hal tersebut adalah bhinneka tunggal ika yang merupakan sebuah istilah yang menggambarkan bentuk negara Indonesia yang beragam. Terciptanya tunggal ika dalam sebuah masyarakat yang bhinneka ini dapat terwujud melalui integrasi kebudayaan atau integrasi nasional.
Oleh karena itu pemahaman bhinneka tunggal ika menjadi hal yang penting demi bersatunya suatu bangsa tanpa adanya diskriminasi serta perpecahan.
DAFTAR PUSTAKA
• Soelaeman,M Moenandar.2009.Ilmu Sosial Dasar.Bandung:PT Refika Aditama
• Herimanto dan Winarno.2016.Ilmu Sosial & Budaya Dasar.Jakarta:Bumi Aksara
• Rahayu,Sri Ani.2016.ISBD Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.Jakarta: Bumi Aksara
• Setiadi,M Elly.,Hakam,Karma Abdul.,dan Effendi,Ridwan.2006.Ilmu Sosial & Budaya Dasar.Jakarta:Kencana Prenamedia Group
• Wahyu,Randabi.2017.Ilmu Sosial Dasar.Bandung:Pustaka Setia
Komentar
Posting Komentar